Zakat Anda lebih dari sekedar untuk makan

Assalammualaikum Wr. Wb.

Selamat menjalankan ibadah puasa.
Semoga ibadah puasa Anda diterima oleh Allah SWT dan memberi manfaat baik bagi siapapun.

Mulai tahun 2011 (1432 Hijriyah) ini, saya bersama MicroAid ingin membantu menyalurkan zakat dari siapapun yang ingin memberikan zakatnya kepada kelompok-kelompok keluarga miskin yang ada di Indonesia, Pakistan, Bangladesh, India, Kenya dan Uganda.

Seorang ibu sedang menjahit pakaian untuk memenuhi pesanan pembeli. Keterampilan menjahit menjadi modal awal si ibu untuk memulai usahanya

Zakat yang Anda berikan akan langsung disalurkan kepada kelompok-kelompok keluarga yang ingin belajar keterampilan baru. Keterampilan baru ini seperti: belajar membuat keripik pisang, belajar menjahit, belajar berkebun sayur dan lain-lain.

Kenapa Anda perlu membantu mereka?
Karena dengan keterampilan yang dimiliki nanti, maka mereka punya kemampuan untuk membuka peluang usaha baru skala kecil di kelompok / keluarganya. Dengan memiliki kemampuan membuka usaha keluarga ini, maka mereka diharapkan akan hidup mandiri dan tidak tergantung dengan bantuan dari orang lain lagi untuk kehidupan keluarganya. Zakat yang Anda berikan tidak sekedar hanya untuk memberi mereka makan 1 hari, tapi untuk meningkatkan kesejahteraan keluarganya.

Membuat hidup keluarga lain menjadi mandiri adalah tujuan utama dari zakat yang Anda berikan.
Anda bisa baca cerita-cerita keluarga yang telah berhasil hidup mandiri disini.

Berikan bantuan Anda sekarang.
Terima kasih.

Walaikumsalam Wr.Wb.


Kunjungan persahabatan ke Maumere

Kami membuat perjalanan panjang ke Maumere, Propinsi Nusa Tenggara Timur, Indonesia pada bulan Mei 2011. Toby dan Amber Beresford dan Jalu melakukan kunjungan persahabatan ke kota Maumere, Kabupaten Sikka, untuk melihat dari dekat pelaksanaan proyek mikro yang telah didanai melalui MicroAid. Kami ingin melihat bagaimana kondisi sebenarnya dari keluarga-keluarga yang telah dibantu dan apa perkembangan mereka saat ini.

Amber sedang melihat cara kerja pembuatan kain tenun

Perjalanan dimulai dengan terbang dari Jakarta ke Denpasar (Bali) dan kemudian menggunakan pesawat baling-baling kecil ke Maumere. Total perjalanan membutuhkan waktu 9 jam. Selama kunjungan 2 hari itu, kami bertemu langsung dengan lembaga mitra MicroAid dan keluarga yang telah melaksanakan Proyek MicroAid. Semua sangat antusias dengan kunjungan kami karena sangat jarang bisa bertemu langsung mengingat selama ini hanya melihat nama dan foto melalui web site MicroAid.

Pada kunjungan ini, kami bertemu dengan kelompok keluarga MicroAid yang telah belajar membuat produk usaha keluarga dan bagaimana mereka bisa meningkatkan kesejahteraan keluarganya melalui pelatihan:

  • Kebun sayur brokoli dan sawi 
  • Pembuatan pupuk organik  
  • Membuat kain tenun ikat dengan alat sederhana 
  • Pengolahan kacang mete 
  • Analisa kesehatan keluarga

Berikut adalah foto-foto kunjungan kami. Mudah-mudahan, kunjungan persahabatan ini telah memberikan dukungan moral dan material bagi keluarga dan komunitas lembaga mitra MicroAid. Saat ini telah banyak kelompok keluarga yang memiliki keterampilan usaha dan dapat meningkatkan kesejahteraan keluarga mereka. Tetapi masih banyak yang harus dilakukan dan kami pergi dengan tekad untuk mencoba berbuat lebih banyak dengan bantuan Anda.

Lihat album foto kami disini

Dari sopir bus mini menjadi pengrajin perak

Nama saya Hendrawanto. Saya 23 tahun. Sebelum pelatihan untuk belajar membuat perhiasan perak, awalnya saya hanya seorang sopir kendaraan umum di desa Cilebut, Jawa Barat, Indonesia dan tidak memiliki pendapatan tetap. Kadang-kadang dalam sehari saya hanya mendapatkan Rp 10.000 (USD $1) dan kadang-kadang kehilangan uang karena tidak ada penumpang untuk membayar sewa; sehingga saya bayar untuk bus mini dan bahan bakarnya.

Hendrawanto, sekarang sanggup mengelola usaha kecil pembuatan perak

Hal ini tentunya tidak cukup untuk kebutuhan rumah tangga saya dan biaya sekolah anak-anak saya. Aku memutuskan untuk mencari penghidupan yang lebih baik lagi. Pada bulan Januari 2010 dengan dua orang teman, saya mengikuti kegiatan pelatihan untuk membuat perhiasan perak yang didanai oleh MicroAid. Ayah saya senang karena melalui pelatihan ini, saya menjadi sadar bahwa membuat perhiasan perak adalah tidak terlalu sulit. Setelah belajar selama satu bulan dengan teman dan didorong oleh ayah saya sendiri, sekarang saya bisa membantu ayah saya menjalankan bisnis keluarga membuat perhiasan perak. Ayah saya adalah seorang pengrajin perak yang bekerja di rumah dan menerima pesanan pembeli.

Saya sekarang sudah memiliki dua staf yaitu teman yang sama-sama pengikuti pelatihan MicroAid bersama saya.

Sekarang kita bekerja sama di perusahaan keluarga dan kehidupan saya telah membaik. Terima kasih kepada Pak Mayer dan MicroAid yang membantu saya dalam memberi jalan untuk meningkatkan kesejahteraan kehidupan keluarga saya.

Hendrawanto, Cilebut, Indonesia.