Kios jahit pertamaku

Saya Magdalena, tinggal bersama 2 orang anak yang masih sekolah di Sekolah Dasar Negeri di Desa Magepanda, Nusa Tenggara Timur, Indonesia. Sejak bulan Agustus 2011 lalu saya sudah mulai menerima pesanan jahitan untuk pakaian perempuan dan taplak meja.

Saya sedang menjahit taplak meja. Ibu Marselina (yang meminjamkan mesin jahit miliknya kepada saya) tampak sedang membimbing saya

Saya bersyukur bisa mulai merintis usaha kecil ini karena telah memperoleh keterampilan dari MicroAid Projects yaitu pelatihan menjahit dan menggunakan mesin obras yang dilaksanakan selama 2 hari bersama sahabat saya Marselina, Agustina dan Mely. Pelatihan yang kami ikuti dibulan Juni 2011 lalu didanai oleh donatur MicroAid Projects (lihat laporan kami disini).

Satu minggu setelah pelatihan itu, kami mengadakan bazaar di depan halaman gereja tempat kami setiap hari Minggu sembahyang bersama. Dalam bazaar itu kita menjual semua hasil pelatihan kami, yaitu taplak meja, bendera serta kue kering yang dibuat oleh kelompok lain. Untuk kelompok menjahit dimana saya sebagai anggotanya, kita mendapat uang Rp 320.000 dari hasil penjualan 5 taplak meja dan 3 bendera. Kemudian uang itu kami masukkan dalam tabungan kelompok.

Saya kemudian berinisiatif meminjam uang kelompok sebesar Rp 100.000 sebagai modal saya membeli benang dan peralatan jahit seperti jarum, gunting, alat ukur dan lain-lain. Saya akan mengembalikan pinjaman itu dengan dicicil selama 4 bulan ditambah bunga 1%. Sedangkan alat jahit (bukan mesin) saya pinjam dari teman saya Marselina, yang berbaik hati meminjamkan alatnya kepada saya setiap hari Sabtu dan Minggu.

Saya (berkaos merah) sedang mengikuti pelatihan menjahit bersama teman-teman

Rata-rata setiap bulan saya menerima 10 pesanan dari tetangga di desa untuk menjahit taplak meja. Satu buah taplak meja saya jual dengan harga Rp 55.000 dan keuntungan bersih yang saya dapat sekitar Rp 25.000. Jadi dalam satu bulan saya bisa memperoleh uang sebesar Rp 250.000. Uang ini cukup besar bagi saya karena sebelumnya saya tidak menghasilkan uang sendiri. Suami saya seorang tukang ojek motor di desa.

Saya senang karena sekarang bisa membantu pendapatan bagi keluarga saya dan bisa menggunakan waktu yang saya miliki untuk kegiatan yang menghasilkan uang. Terima kasih kepada bapak dan ibu donatur yang pernah memberi kesempatan kepada saya dan teman-teman untuk belajar menjahit.

Salam penuh kasih,
Magdalena


Submit a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>